08 March 2018

Jum'at di Kebun Raya

Ketika Jum'at lalu libur, setelah subuh saya iseng ngajak suami jalan-jalan naik kereta ke Monas (which most of the time doesn't work, karena libur itu adalah waktu beliau istirahat, and I appreciate it). Surprisingly he was so into it. Kadang memang kalo rencana spontan malah jadi yak? 😄

Akhirnya kami ber lima berangkat, dengan tujuan awal sih sebenarnya ke Universitas Indonesia. Dari lama suami pengen banget ngajak anak-anak lari pagi disana. Tapi kemudian rencana kami makin "ngelunjak" ke BOGOR. Iya mau jalan bawa 2 toddler dan 1 bayi ke Kebun Raya Bogor naik KRL.

Tugasnya dibagi, saya gendong Rumaisha (5 bulan) plus ransel berisi makanan, mainan dan baju ganti anak-anak, sementara Papa nya pegang Hudzaifah (3th 8 bulan) juga gendong Ubaydah (1th 11bulan, dia jalan juga sih, just in case Bayd capek).

Kami berangkat dari rumah jam 7 pagi dengan berjalan kaki, lalu naik angkot ke stasiun terdekat yg jaraknya ga lebih dari 2 km. Saat di Stasiun perasaan saya campur aduk. Takut dijalan anak-anak rewel, ngantuk, atau capek. Belum lagi lihat kerumunan orang di peron arah Manggarai. Masyaallah Tabarokallaaaah, sungguh tangguh mamak2 kerja yg tiap pagi berangkat naik kereta. Ruame buanget cyiiiin.

19 February 2018

ketika Daafi dimulai

Daafi adalah nama produk jualan yang sekarang sedang kami rintis. Mula nya Daafi lahir dari ketertarikan saya akan produk home and living yang seringkali berseliweran di pinterest. Yeaaa ngaku deh ini guilty pleasure semua generasi yang betah berlama-lama depan mobile phone. Makanya sekarang aplikasi tersebut saya hapus 😁. Selain sayang quota, waktu yang harusnya dipake main sama anak juga jadi habis.

Produk pertama Daafi hingga hari ini adalah wallprint. Awalnya pengen cari yang khas dari kita, yang kira-kira bisa jadi signature gitu (gaya ya?). Akhirnya, karena yang seringkali dipajang ibu2 adalah quotes terkenal dari tokoh ini itu, kami putuskan mungkin ambil dari hadits aja. Mungkin lebih manfaat buat ibu-ibu yang beli dan yang jual.

Produksi Daafi ga akan berjalan kalau bukan karena biidzinillah saya dapat kerjaan sambilan dari sepasang suami istri, adik kelas rasa kakak kelas (karena mereka jauh lebih dewasa😁). Dan upah pertama saya gunakan untuk survey bingkai dan jenis kertas ke percetakan. Waktu malam biasanya saya pakai tidur, saya gunakan untuk belajar inkscape sedikit-sedikit. Kala itu suami baru keluar kerja, saya lagi hamil anak ketiga dan things were hard, financial and emotional. hehe jadi bekalnya benar2 karena kepepet kebutuhan serta nekad.

Daafi sudah beberapa bulan berjalan, alhamdulillah tiap minggu kami dapat penghasilan dari usaha kecil ini. Masyaallah tabarokallah...Dari usaha dagang ini juga saya makin percaya takdir Allah itu memang ga bisa berubah kalau kita tidak berdoa dan berusaha. Kalau cuma usaha, beneran deh jungkir balik minum kopi tiga kali sehari nahan kantuk gegara buat design juga percuma, Allah belum takdirin ada yang beli. Makanya harus diiringi doa dan berserah sama Allah, yakin rezeki ga akan tertukar... yakin ka... (reminder banget buat diri sendiri 😉)

Kemudian, dari Daafi ini juga, saya sebagai istri, dan Atut sebagai suami... mungkin jadi jauh lebih mengenal satu sama lain. Saya yang biasanya introvert, malu untuk ngeluarin kesel unek-unek, sekarang jd belajar untuk ngomong apa adanya. Atut juga mungkin feel the same, bahwa saya... ya begini adanya, ga selalu manis, ga selalu baik. Saya bisa jadi manusia pada umumnya, perempuan pada khususnya, yang bawel, banyak mau dan.... pengertian juga ko (tetep defense). Never ending love and hate situation kalo nikah ya mas? hehe.

Intinya... cuma mau bilang, bener kata orang-orang terdahulu, kalau ada masalah dalam rumah tangga, percayalah setelah masalah usai, cinta akan semakin bertambah dengan melihat bagaimana cara pasanganmu menyelesaikan masalah itu untuk dirimu dan keluarga. aiiih jd melow pagi-pagi. Dan sekali lagi bukti kalau nikah itu separuh agama adalah... karena semua muamalah diluar sana dengan orang lain didunia akan kau temukan juga dipernikahan. Bagaimana cara bernegosiasi, berjual beli, bagi hasil, ataaau... apapun... pasti kau lakukan juga di rumah tangga.

Jadi kesana kemari ceritanya....

19 September 2017

Kehamilan ke tiga

bismillah...

sudah lama sekali ngga update. Gemash si sebenernya pengen nulis walau ga ada yang baca 😋. Gegaranya kemarin habis wa sama bu Devy, penasaran pengen denger ceritanya dan beliau bilang nanti di share di blog. Sambil nunggu update an dari bu Devy, aku update juga blog ku.

Keadaan saya hari ini 20 September 2017 adalah sedang mengandung anak ke tiga dengan usia kandungan memasuki week ke 37. Artinya minggu hareup insyaallah tos mateng dan tiasa dikaluarkeun. Nah bahasa itali nya keluar. Karena saya dua kali melahirkan dengan operasi caesar, yang ketiga ini karena jarak nya yang dekat dan udzur lainnya akhirnya insyaallah akan melalui proses itu kembali.

Di hamil ke tiga ini kami benar-benar ga menyangka akan se segera ini diberikan anak lagi oleh Allah ta'ala. Pasalnya umur Ubaydah (anak keduaku) baru saja menginjak usia 9 bulan. Masih terlalu kecil kayanya buat punya adik. Tapi qodarullahu wa masya a fa al, hari itu datang dimana saya yang jadwal menstruasinya tepat setiap 28 hari ini kemudian telat dapat period. Nyari nanas, makan jus nanas, makan duren, makan tape ketan tiap hari 😁, dan belakangan baru tau dari teman SMP saya kalo nanas itu justru in some ways buat kehamilan nambah sehat hehehehe... akhirnya setelah sebulan berlalu, baru memberanikan diri beli testpack.

Masyaallah ternyata hasilnya positif.

Saya dan suami nyengir. Kami bukannya ga bahagia yaaaa... seneng masyaallah artinya Allah kasih anugerah lagi di keluarga kami. Namun keadaan kami saat itu, benar-benar tidak dalam keadaan settled kalo orang tua melihat mah (padal si kita mah asik asik aja). Mungkin jatuhnya jadi kaya "kasihan si ika", gitu... padahal beneran deh, I enjoy this pregnancy... saya ga keberatan sebuah janin tumbuh menetap di perut saya yg masih kisut ini kembali selama 9 bulan.

Akhirnya dengan sedikit ketar ketir we managed to inform our immediate family bahwa saya hamil anak ke tiga. Respon nya cukup beragam, paling banyak sih khawatir, tapi alhamdulillah mama saya accept it well. Yang kaget ada yang malah nyuruh saya ikat rahim kalau sudah lahiran nanti. Subhaanallah... 😖 hehe, ya anggap aja mungkin beliau belum paham.

nah...
insyaallah
janin yang sudah menetap di rahim saya selama 37 minggu ini berjenis kelamin perempuan. Ada tantangan baru lagi buat saya dan Atut. Karena kami terbiasa mengurus anak laki-laki. Ada rasa penasaran, gembira, dan... hemn... apa ya... bingung nanti dia kaya gimana ya...

so... Rumaisha, anak mama yang kelak insyaallah akan lahir kedunia kira-kira dua minggu lagi, semoga Allah karuniakan kita sehat dan selamat ya nak...

#WISHUSLUCK

16 March 2017

Interospeksi sebelum mengeluh

Sering kali kerjaan rumah terbengkalai, susah bagi waktu antara housekeeping atau ngurusin anak. Mana duluan, mana yang harus ditinggalkan. Karena hati mah kekeuh harusnya rumah teh rapi, titik.
Akhirnya yang terjadi keluhan yang keluar pertama. Bukannya dikerjain biar selesai malah ngedumel. Berasa dunia ditaro dipundak, ga kuat aku ga kuat menahan beban.. Padahal mah...

Kemudian tiba saat brownies tiga varian sampai di rumah. Apa hubungannya brownies dengan keluhan mengurus rumah tangga?. Mari saya jelaskan...

Brownies tersebut kami pesan dari teman lama suami. Ketika datang masyaalloh rasanya... wuenak pol. Hingga terjadi perbincangan antara si suami dan si istri.

Istri     : ini istrinya yang buat, nda?
Suami : iya. Enak tapi sayang ya istrinya masih ini itu (sensor)
Istri     : (merenung sejenak sambil liatin browniesnya) tapi yang jelas masakannya enak banget nda. Rumahnya juga rapi padahal punya toddler juga
Suami  : (Nyengir lebar bari nyinyir)

Kerjaan yang dianggap beban berat ternyata dialami oleh semua ibu diseluruh penjuru dunia. Jangan ngeluh. Banyak yang sukses diakhir hari rumah rapi anak keurus, moso kamu nda bisa?

#notetomyself #selfreminder

02 March 2016

Dia yang dijamin masuk surga

Bismillah,

:)
alhamdulillaaaaah akhirnya bisa buka blog lagi. Setelah sekian lama ga bisa buka internet per PC atau laptop.

Sebenarnya agak berat mau berbagi pengalaman pribadi sekarang ini (yang seringkali ga bisa diambil manfaatnya). Mengingat masih awam nya diri dalam banyak hal, juga karena "buanyaknya" pengalaman sahabat, masyaikh, asatidz ataupun teman-teman diluar sana yang jauh (teramat jauh) lebih baik diambil manfaatnya daripada ocehan diri ini disini. Yang kadang siroh nya pun kita ga tau, atau nama mereka pun kita ga tau atau baru tau.

Sebab itu pula, hasrat ingin mengetik hal pribadi di blog kadang sirna. Malu euy. Malah sempat lupa sama domain blog sendiri :D . Tapi rindu itu ga bisa terbendung ketika tempo hari Ummu Asiyah mengingatkan pasal blog ini di Whatsapp. Rasanya ingin ketak ketik lagi.

Alhamdulillahilladzi bini'mati taatimussholihat sekarang ini saya tengah mengandung anak kedua kami. Usia kandungannya sudah memasuki minggu ke 33. Menurut penerawangan dokter kandungan via USG, insyaa allah kami akan kembali mendapatkan anak lelaki.

Tidak seperti saat mengandung abang nya, si adik ini belum sama sekali kami siapkan nama sampai usia kehamilan memasuki 7 bulan. Calon nama sudah banyak namun antara ibu dan bapak belum ada kesepakatan hehe. Seperti halnya si abang, kami hendak menamai adiknya dengan nama para sahabat Rasulullohi shalallahu'alaihi wasallam. Si Bapak kekeuh dengan nama Zaid (diambil dari Zaid bin Haritsah) dan ibunya kekeuh dengan nama Usamah (diambil dari Usamah bin Zaid bin Haritsah).

Berdasarkan beberapa pertimbangan kisah yang menimpa mereka, akhirnya Zaid dan Usamah ga jadi dipakai (bukan karena ga bagus loh ya, cuma karena takut adiknya kena fitnah aja). Kemudian muncullah satu nama baru, ketika ga sengaja kami dengar kajian salah seorang ustadz yang sedang menceritakan ke khalifahan Utsman bin Affan Radiallahu'anh. Nama itu adalah Abu Ubaidah Ibnul Jarroh.

Jujur saja saya awam sekali dengan kisah beliau ra. Tau bahwa beliau salah seorang dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga mungkin iya, namun siapakah dia sebenarnya saya masih belum tau. Padahal Aisyah radhiallahu anha pernah ditanyakan "siapa sahabat Rasululloh yang paling ia cintai", kemudian Aisyah menjawab "Abu bakr, ayahku", ditanyakan kembali "lalu siapa lagi?", kemudian Aisyah menjawab "Abu Ubaidah Ibnul Jarroh". NAH!!! sebegitu nya kedudukan dan posisi beliau dan saya yang ngaku seorang muslim sejak lahir belum tau gimana kisahnya? kok bisa?. Kemudian mulai kepoin (Kepo se kepo kepo nya) kisah nya. Salah satu kisah singkatnya bisa dilihat di website kisahmuslim.com (klik disini) atau di website lainnya yang merujuk pada al Qur'an dan Sunnah.

Satu pengalaman beliau ra yang membekas di hati kami adalah ketika perang Uhud berlangsung, dimana Rasulullohi shalallahu'alaihi wasallam tertancap besi dibagian wajahnya, lalu bagaimana Abu Ubaidah dengan sigapnya mencoba mencabut besi tersebut dengan giginya hingga gigi beliau patah dan ompong. Masyaa Alloooooh... sebegitu besar cintanya beliau kepada Rasululloh sebegitu besar pengorbanan beliau.

Kemudian ada juga kisah saat Abu Ubaidah diutus Rasululloh untuk mengejar khafilah dagang Quraisy dengan memimpin 300 pasukan, pada saat itu tak ada yang bisa mereka bawa sama sekali karena tak ada bekal, mereka hanya dibekalkan sekeranjang Thamr (Kurma). Apa yang mereka lakukan? masing-masing dari mereka mengambil satu thamr, diisap isap (tanpa dimakan), kemudian minum air, dan hal tersebut dikatakan akan cukup untuk mereka sehari semalam. Allohu rabbi... iman mereka sebegitu besar... isap kurma bisa nahan lapar sehari semalam??? kita makan 7 pagi-pagi aja jam 9an udah ngerengek lapar.

Dua kejadian itu hanya sebagian kisah seru dan hebat dari sahabat Rasulullohi shalallahu'alaihi wasallam ini. Dengan ini kami (Bapak dan Ibu calon bayi) akhirnya memutuskan insyaa alloh akan menamai anak kami dengan nama "Ubaidah" (yang artinya Servant of God) dengan panggilan Baid (yang artinya Tepat), tanpa mengenakan "Abu".

Semoga kelak anak kami sehat selamat sampai delivered ke dunia, dan kelak menjadi anak yang setaat, seamanah Abu Ubaidah Ibnul Jarroh. Aamiin


04 July 2015

Keutamaan Para Sahabat Radhiyallahu'anhum

Bismillah

Post kali ini adalah rangkuman dari beberapa kajian salah satunya kajian bertema: "Cara memahami cara beragama para sahabat" oleh Ust. Badrussalam Hafidzohullah (Siapa? klik disini untuk mengenal lebih dekat, btw belajarlah dengan ahlinya yang sudah jelas manhaj-nya :) ). Kenapa dalam memahami Al - Qur'an dan Hadits harus merujuk pada sahabat? Dalil dibawah menunjukkan keutamaan para sahabat.
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku´ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. " (Q.S. Al Fath : 29)
 "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. " (Q.S. At Taubah: 100)

Dalam Hadits Imam Muslim yg juga diriwayatkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar:
Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda,
"Bintang amanat untuk langit, apabila bintang pergi maka akan datang pada langit apa yang telah dijanjikan pada mereka. Dan aku adalaha amanah untuk para sahabatku, apabila aku pergi maka akan datang kepada para sahabatku apa yang telah dijanjikan kepada mereka. Dan para sahabatku adalah amanah untuk umatku, apabila sahabatku telah pergi, maka akan datang kepada umatku apa yang telah dijanjikan kepada manusia"
Maka sesungguhnya ketiga dalil diatas seharusnya cukup menerangkan bagaimana seharusnya kita beragama ( bermanhaj). Kuncinya adalah dengan Al Qur'an. Bagaimana mengerti Al-Qur'an? tentunya dengan penjelasan yang telah di jelaskan oleh Rasulullah, penjelasan dari Rasulullah dapat kita temui dari hadits2 shahih, yang tentunya di riwayatkan oleh para sahabat dan sahabiyah dan direkam kembali oleh para perawi yang berkompeten dan dapat dipercaya.

03 December 2014

Teruntuk Hudzaifah ku

Bismillah…
Lama sudah tidak update blog. Akhir2 ini disibukkan dengan anak pertama kami. Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tathimusshalihat ( Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat Nya lah dengan nikmat-Nyalah segala kebaikan menjadi sempurna) telah lahir putra pertama kami Hudzaifah Putra Priyono pada akhir Juli 2014 pukul 10.10 malam. Melalui proses Caesar Dzaif terlahir. Masih terasa diujung jari ini ketika pertama kali menyentuh tubuhnya yang masih lembab basah dan tangisan pertamanya ketika berhasil didorong keluar dari perut ini oleh tim dokter. Indah sekali ciptaan Allah ini. Saking indahnya saya sampai tidak ingat lagi kejadian apalagi diruang operasi setelah itu :D.

Kami menamainya Hudzaifah mengikuti nama sahabat radhiallahu’anhu, Hudzaifah Ibnul Yaman. Sejak dulu kisahnya memang sudah menarik hati saya dan suami. Hingga nama tersebut sebenarnya sudah dilekatkan diperut ini jauh-jauh hari sebelum Dzaif lahir. Kami memang bukan tipikal orang tua yang ribet sekali pilih nama. Hanya satu nama insyaallah. Nama belakang sebenarnya hanya disematkan untuk menjelaskan silsilah anak ini. Selebihnya namanya hanya Hudzaifah. Pun insyaallah kelak diberi rezeki lagi kami tinggal memberi satu nama didepan.

Terlepas dari itu… kami punya harapan besar dari Dzaif. Seperti orang tua lainnya, kami harap kebaikan pada anak kami. Kelak semoga Allah Ta’ala memberikannya aqidah yang lurus, akhlaq yang baik, dan ilmu yang manfaat aamiin. Terutama kecerdasan, sifat amanah, terhindar dari fitnah dan santun layaknya Hudzaifah Ibnul Yaman.

Kini usia Dzaif sudah genap 4 bulan 7 hari. Banyak sikapnya yang membuat kami takjub, kaget ataupun geleng2 kepala. Saya sebagai seorang ibu baru, benar2 dilatih sabar. Tatkala baby blues hinggap sejenak diawal umur Dzaif, atau saat suami dengan tegas mengajarkan kemandirian pada saya… aaahhh… itu pun mungkin yg dialami kebanyakan wanita. Untuk apapula berkeluh kesah disini. Semoga Allah senantiasa karuniakan kesabaran dalam diri ini.

Teruntuk Dzaif ku sayang
Hudzaifah… naak.. ketika Dzaif sudah matang akal dan pikiran… ingatlah selalu pesan Papa mu ditelinga tatkala orang-orang banyak berujar “adzankan” namun papa mu malah melafalkan kalimat lain ditelingamu… 
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ  
 “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” layaknya perkataan Luqman kepada anaknya (QS. Lukman: 13) , papa dan mama berharap Allah selalu melindungimu… Takutlah kamu kepada Allah ya naaak… 

20 May 2014

Pilah pilah dokter

Hallo ...

aaaah kehamilan ini begitu menyenangkan / (slash) penuh tantangan. Dari mulai packing pindahan (sendiri) dari apartemen kontrakan kita ke rumah baru sampe gunta ganti dokter obgyn tiga kali... :D. It was fun actually. 

Ngomong-ngomong soal dokter kandungan. Ibu hamil itu entah kenapa peradangan di hati nya makin sering. Maksudnya lebih sensitive. Bukan berarti marah melulu atau ngambek melulu. Tapi kadang malah lebih ke... parno melulu. Nah... kalo dokternya ga membantu dari segi psikis, mau ga mau ibu hamil ga ngerasa nyaman dooong. 

Sebenernya saya dan panda sudah klop banget dengan dokter kami yang pertama (Dr. Diah Sartika Sari). Beliau informatif, ga bikin parno, take everything simple and easy dan ga terlalu manjain ibu hamil juga. Taaapiiiiii qodarullohu wa masa a fa'ala beliau ambil kuliah lagi. Jadi... sudah dua kali jadwal check up kami ga ketemu. 

Yang kedua (tidak disebutkan namanya) baik sih, tapi diem banget... bagi kami yang awam jadi terlalu cerewet setengah jam didalam ruangan nanya ini itu, tapi dijawabnya hanya sekalimat. hehehe... too picky ya?

Yang terakhir yang paling lucu. Dokter ini hasil rekomendasi ibu saya karena beliau juga periksa di dokter. Awalnya di pertemuan kami dengan beliau, semuanya berjalan normal... beliau santai jelasin ini itu... dan menyarankan saya untuk tes lab yang mana kami sudah jalankan sampai dua kali berturut2. Ada beberapa orang temen yang obgynnya malah ga nyuruh tes apapun, tapi kata panda... selagi bisa dan memang dianjurkan juga sekalian aja general check up. Yasudah... kami pun cek ini itu...

Namun saudara-saudara... entah kenapa di pertemuan kami dengan beliau yang terakhir kalinya beliau marah-marah!!! :))
asli saya kaget banget. Masuk-masuk setelah USG dan cek berat si cimit beliau suruh saya baca buku (kaya ensiklopedia) obat yang tebel dan berbahasa asing. Dia tunjukin obat mana yang mesti saya minum. Awalnya saya masih tenang karena saya pikir mungkin hasil lab terakhir itu buruk banget makanya dia nyuruh pasien baca info nya sendiri tentang obat.

Yang buat kaget... obat itu ternyata belum pernah di uji cobakan kepada manusia!. Hanya kepada hewan berdasarkan tes lab. Ketika Panda tanya apa obat itu pernah di sarankan untuk diminum ke pasien lain, dokternya jawab, "ya mana ada manusia yang mau jadi bahan uji coba?". uhmn... dok.. kita... berdua juga manusia loooh. hehe. Saya pun menengok ke arah Panda yang kemudian hanya bengong. Kemudian dokternya malah naikkan suaranya, "Ga enak kan periksa sama saya? galak.. marah2. Orang banyak yang sudah periksa sama saya tapi kemudian ga balik lagi kesini... saya sih nothing to loose. Terserah mereka mau balik apa engga.".. terdengar suara... beeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeepppppppppppp lamaaaa banget. Ada rasa haru saat dokternya curhat, entah kenapa saya malah jawab, "ya engga lah dok, kami sudah kesini tiga kali looo" Mungkin waktu itu saya reflek mau buat dia tenang... biar ga marah2, di cup cup in biar ga nangis. heheheee

ampun deh... selebihnya dia ngoceh kami diam.

Keluar dari ruangan saya sama panda ketawa ketiwi sambil rada nahan kesel dikit. Kata Panda, mungkin karena sudah malam, mungkin karena dia sudah menghadapi banyak pasien hari ini, mungkin dia lagi ada masalah, dan berbagai mungkin yang lain...

tapi akhirnya... yaaa seperti yang dokternya sendiri bilang, kami kayanya ga balik lagi kesana. Soalnya sekali lagi... saya butuh dokter yang bikin tenang secara ruhiyah :). Bukan malah yang ditenangin sama kita... maaf ya doook... 

salam hangat,

05 February 2014

Omiyage from Elly-chan

:)
Isi kotak ini sebenarnya sudah habis dari kemarin-kemarin, tapi... kotaknya masih disimpan. Hehe.. Kata Panda packagingnya oke banget!. Kalau kata saya kotak ini benar-benar menggambarkan Elly, dari segi warna dan pemilihan font merek. Plus ada cantuman HALAL nya jelas banget.

Let's talk about what's inside... Ya.. isinya bukan emas, bukan berlian melainkan DONAT!. Akhir pekan kemarin pas datang ke resepsi Nurry-Dimas, Elly memberikan saya dua kotak Donat bermerek sama dengan nama pemiliknya. Kotak paling atas langsung di ambil hak miliknya oleh bapak saya, karena siang itu beliau ikut kondangan juga.

Secara nama satu-per satu donatnya saya ga tau namanya apa. Tapi kesukaan saya itu yang warna kuning gambar smile. Kaya ada lemon2nya dibagian topping nya... bener ga sih El?. Kalo dari donatnya sendiri, it kinda reminds me of donat yang terkenal dari jaman kita itu loh... yang nama depannya D*nkin. 

Well overall danke schoen ya Elly-chan. Senang sekali diberi dua kotak hasil karyamu ini. Semoga sukses terus, makin maju, dan suatu saat nanti bisa berkesempatan kami main ke gerai aslinya di Surabaya. Aamiiin.

Buat yang tinggal di Surabaya bisa langsung datang ke tempatnya dan bertemu chef nya langsung, alamatnya tertera di Photo:
Jl. Jemur Sari 2, no 30 Surabaya...

03 February 2014

One fine day: Nurry Dimas - The Wedding

Dearest Nurry Maulida Raraswati & Dimas Abdirama,


Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (Q.S. An Nisa : 1)


1 Februari 2014 adalah hari yang amat membahagiakan. Alhamdulillaaaah... akhirnya kalian menikah juga :). Ga henti senyum ini tersimpul di wajahku hari itu... Maka tak ada doa lain yang patut ku haturkan untuk kalian berdua :

" Barakallahu laka wa baroka'alaika wa jama'a bainakuma fi khoir "
"Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" 
(HR. Abu Dawud no.2130, at-Tirmidzi no.1091, Ahmad II/381, ad-Darimi II/134, Ibnu Majah no.1905, al-Hakim II/183, shahih)

Salam sayang,
nei2/ wawa/ Riska


20 January 2014

easy Breakfast

Hasil dari mual dan tidak sanggup berhadapan dengan kompor adalah:

Prep: unsalted butter, chedar cheese, baguette bread made by carrefour( short: 7500IDR, long:9000IDR), smoked beef

Put it all on the top of baguette, bake it for 7 minutes

Yes, I overbaked it hahaha :D walau begitu alhamdulillah habis bis. Jangan lupa kasih oregano diatasnya, baik fresh ataupun yang sudah dikeringkan :)

Jum'at di Kebun Raya

Ketika Jum'at lalu libur, setelah subuh saya iseng ngajak suami jalan-jalan naik kereta ke Monas (which most of the time doesn't wor...